by

Pelaksana Proyek Fisik Peninggian Saluran, Dinilai Ngawur Banyak material tercecer di badan jalan dan menutupi akses jalan masuk ke perumahan warga

Pelaksana Proyek Fisik Peninggian Saluran, Dinilai Ngawur Banyak material tercecer di badan jalan dan menutupi akses jalan masuk ke perumahan warga

Pacitan – Proyek taman serta peninggian saluran disepanjang Jl. S. Parman, Kelurahan Pacitan, Kecamatan/Kabupaten Pacitan, dikeluhkan warga. Itu lantaran pelaksana proyek milik Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Kebersihan tersebut, dinilai ngawur saat menempatkan material bangunan. Menurut keterangan sejumlah warga sekitar lokasi proyek, ?banyak material batu serta pasir, ditumpuk ditepian jalan secara tak beraturan. Kondisi tersebut tentu sangat mengganggu aktivitas warga. Yang lebih membuat warga marah, kemarin, sekitar empat meter kubik pasir ditumpahkan persis didepan kios potong rambut. Tak ayal, akses jalan menuju kios potong rambut, milik Sudar, tak bisa dilewati. Lantaran jengkel, sejumlah warga berusaha memindahkan sebagian material pasir hingga sedikit meluber ke badan jalan. “Ini ngawur. Tahu kalau ada kios, kok malah ditimbuni pasir seperti ini,” keluh Sudar, seraya memindahkan material pasir yang menutupi akses jalan masuk menuju kiosnya, Jumat (29/5).

Selain menutupi akses jalan masuk menuju kios dan perumahan, tumpukan material batu serta pasir juga membahayakan pengguna jalan yang melintas disekitar lokasi proyek. Terlebih, jalur tersebut berdekatan dengan perkampusan dan perkantoran. Pantauan wartawan dilapangan menyebutkan, banyak bebatuan dan pasir yang penempatannya tak beraturan. Akibatnya, badan jalan menjadi menyempit serta licin karena banyak tercecer pasir di aspal jalan. Meski begitu, perusahaan jasa konstruksi yang melaksanakan kegiatan itu bergeming. Mereka terkesan masa bodoh, meski aktivitasnya sangat membahayakan keselamatan dan mengganggu aktivitas warga sekitar. Menurut Bibit, salah seorang pekerja bangunan, dilokasi tersebut memang ada dua paket proyek. Yaitu pembuatan taman, serta peninggian saluran. Dia mengaku, sudah pernah menegur pekerja dari perusahaan lain yang mengerjakan proyek peninggian saluran agar merapikan tumpukan material pasir serta batu. Kendati begitu, imbauannya tak diindahkan. “Sebenarnya sudah saya ingatkan Mas, agar ditata rapi dan tidak ditimbun didepan kios. Tapi mereka ngeyel,” ungkap Bibit, saat dikonfirmasi wartawan dilokasi proyek, Jumat (29/5).

Pekerja asal Desa Tambakrejo itu mengungkapkan, pekerjaan pembuatan taman yang juga berada dilokasi yang sama, dilaksanakan CV Kedawung, beralamatkan di Desa Mentoro, Kecamatan Pacitan. Sedangkan pekerjaan peninggian saluran, dilaksanakan CV Anjani, yang beralamatkan di Kelurahan Baleharjo. Sementara itu menurut Agus, warga sekitar, pelaksana proyek fisik tersebut dinilainya ngawur dan asal-asalan. Mereka tidak mempertimbangkan dampak negatifnya ketika material bangunan tercecer dibadan jalan dan menutupi akses masuk perumahan warga. Warga yang berprofesi sebagai kontributor salah satu stasiun TV swasta kenamaan itu mendesak agar instansi pemilik kegiatan segera memberikan teguran dan surat peringatan kepada perusahaan jasa konstruksi yang melaksanakan kegiatan proyek fisik tersebut. Selain itu Agus juga meminta pihak pelaksana harus bertanggung jawab seandainya terjadi kecelakaan gara-gara badan jalan menyempit tertutup material serta licin tercecer pasir. (yun).

Comment

News Feed