by

Aman Suryadi, S.E – Kepala SMK Kosgoro 2 Sragen – Terapkan Sistem Door to Door dan Jemput Bola

Aman Suryadi copy

SMK Kosgoro 1 dan 2 Sragen termasuk salah satu sekolah kejuruan swasta yang sejak dulu dikenal oleh masyarakatnya, memiliki kualitas lulusan yang benar-benar dapat diandalkan. Selain bermutu dan berkualitas, mereka dipandang memiliki etiket atau semacam karakter yang sangat baik. Hal itu diungkapkan oleh Handy Hariko selaku senior manajer PT. AHM Jakarta.
Hal itu diungkapkan kepada Majalah DIDIK terkait launching antara PT. AHM dengan SMK Kosgoro 1 Sragen beberapa waktu lalu yang dipandang memiliki sejarah tersendiri. “Sekolah ini memiliki masa depan yang sangat baik, karena selain dicintai oleh masyarakatnya juga telah teruji kualitas lulusannya. Buktinya perusahaan kami sudah berulangkali ambil lulusan dari sini, dan mereka mampu bekerja dengan baik. Dan yang paling terkesan bagi kami adalah, mereka adalah SDM yang penurut, rajin, disiplin, serta memiliki karakter yang baik”, tuturnya.
Atas dasar itulah seharusnya pemerintah kabupaten Sragen memberi reward kepada penyelenggara pendidikan Kosgoro. Tujuannya agar sekolah ini terus berpacu dalam kualitas dan kuantitas. Seiring perjalanan waktu, utamanya terkait dengan PPDB tahun ajaran baru 2014 sekolah yang memiliki jumlah murid ribuan ini, ternyata mengalami penurunan dalam perolehan jumlah murid baru. Hal ini bukan karena minatnya yang turun, tetapi disebabkan karena calon siswa baru masuk, hampir 80% tersedot ke sekolah negeri.
Perlu diketahui bahwa tahun ini SMA/SMK di Sragen membuka kelas baru secara besar-besaran. Artinya sekolah negeri tahun ini dalam menerima murid baru, tidak seperti biasanya (tahun lalu) dan sudah bukan rahasia lagi, SMA/SMK negeri menambah jumlah murid baru, melebihi kuota yang telah ditentukan.
Sementara menurut Aman Suryadi selaku Kepala SMK Kosgoro 2 Sragen, penambahan kelas baru itu belum diikuti dengan tersedianya ruang kelas. Mereka menerima murid baru, baru berikutnya membuat ruangan kelas.
Berdasarkan sumber yang layak dipercaya bahwa dengan ditambahnya kelas baru, akan menambah jumlah jam mengajar guru utamanya para guru yang telah menerima tunjangan sertifikasi. Tambahnya kelas baru ini, dimaksudkan untuk menambah target jam mengajar. Benar atau tidak, informasi ini merupakan informasi tambahan yang masuk ke redaksi Majalah DIDIK.
“Sehubungan dengan waktu masuk sekolah tanggal 14 Juli, maka berapapun perolehan murid baru tetap kami jalankan sebagaimana mestinya. Selama ini jumlah siswa kami yang mendaftar cukup banyak, bahkan sampai menolak pendaftar,” imbuhnya.
Diakui Aman Suryadi bahwa sebagian besar murid kami berasal dari Ngawi – Jatim, Karanganyar. Sementara Ngawi dan Karanganyar tahun ini memberlakukan sekolah gratis. Sehingga dengan kasus ini sedikit banyak membuat sekolah swasta kelabakan, menjerit, Karena minimnya perolehan jumlah murid. Padahal Kosgoro 2 sama sekali tidak menarik uang pembangunan, melainkan seragam saja. (Ries/r)

Comment

News Feed