by

PERAN CENDEKIA MUSLIM DALAM MEMELIHARA PERSATUAN DI TAHUN POLITIK [Part 1]

A. Historical World Views

Cendikia muslim (ulama) di masa kejayaan islam dikenal sebagai seorang yang sangat rakus akan ilmu pengetahuan. Ulama tidak hanya di wilayah Arab dan Mesir, namun terdapat juga di wilayah Maghribi (Afrika Utara) bahkan menyebar hingga ke India dan Indonesia. Terlihat dari bagaimana para ulama  menuntut ilmu sampai ke Makkah dan Madinah dengan jarak ribuan kilometer dan masih banyak bukti sejarah lainnya. Contohnya Imam Bukhori dari Bukhara (Uzbekhistan) yang belajar Hadits di kampungnya yang berbahasa Arab, padahal jarak dari Madinah ke Bukhara saja 4.000 km. Tidak ketinggalan penghasil kapur yang terletak di pinggir pantai Barat Pulau Sumatera, tepatnya di kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara yang Allah sebutkan kapur sebagai bagian dari nikmat yang diberikan kepada manusia di dalam surga, hal tersebut dinyatakan dalam surat Al-Insaan ayat 5:

 إِنَّ الْأَبْرَارَ يَشْرَبُونَ مِن كَأْسٍ كَانَ مِزَاجُهَا كَافُوراً

“Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur…”

Cendekia muslim zaman dulu sudah memiliki kapasitas intelektual yang luar biasa. Dibuktikan dari temuan-temuan ilmuan barat yang banyak di ilhami/meniru dari temuan-temuan ilmuan muslim. Hal ini terjadi karena tradisi berpikir barat yang disokong oleh pemikiran (dogma) gereja yang mencegah akal manusia, sedangkan pemikiran timur yang berlandaskan dakwah Islam merubah cara pandang hidup manusia yang lebih intelektual. Contohnya dalam kasus bentuk bumi datar yang dibawa oleh gereja yang kembali diperdebatkan saat ini sudah disebutkan Allah dalam QS.An–Naazi’aat [79]:30:

 بَعْدَ ذَلِكَ دَحَاهَا

waal-ardha ba’da dzaalika dahaahaa

“Dan bumi sesudah itu dijadikan oleh-nya berbentuk bulat telur (berbentuk telur burung onta).” (QS.An–Naazi’aat [79]:30).

Islam masuk Indonesia tidak hanya dari proses perdagangan arab gujarat akan tetapi sejak masa kekhalifahan islam oleh para sahabat. Dalam perkembangannya muncullah cendikiawan muslim Indonesia yang juga mendunia diantaranya Syaikh Nawawi Al Bantani, Syaikh Ahmad Khatib Al Minangkabawi dan lain-lain. Di Indonesia cendikia muslim berperan besar dalam mempersatukan bangsa, dilihat dari faktor banyaknya orang Indonesia yang berbeda suku, budaya, Ras dan agama tapi para cendikia muslim bisa menyatukan dan mempengaruhi nalar masyarakat sehingga bangsa-bangsa di nusantara mau bersatu.

Jika ditilik dari tinjauan sejarah antara generasi dahulu dan generasi sekarang mengalami kemunduran. Meskipun secara teknologi saat ini lebih maju dari pada zaman dulu. Akan tetapi perkembangan teknologi saat ini hanyalah pengembangan dari ilmu-ilmu dasar dari penemuan zaman dulu. Kesalahan generasi muda saat ini tahu banyak hal tapi tidak bisa menjadikan pemaknaan dalam diri, sedangkan generasi terdahulu tahu sedikit tapi memiliki pemaknaan diri yang luas.

 

Hasil Kajian Misykat Bidang Pengkajian Ilmiah Himmpas UGM 2018 oleh Ust. Anton Ismunanto, M.Pd (Pengajar di Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah dan Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah)

Comment

News Feed