by

Family Gathering dengan Sensasi Rafting di Sungai Elo Magelang

iKabari.com – Pagi yang cerah, Kamis (27/6/2019) ketika rombongan kecil yang baru lulus di SD IT Alhasna Klaten sudah bersiap-siap untuk berangkat menuju Sungai Elo, Magelang untuk melaksanakan acara Family Gathering. Sejumlah orang tua wali murid dengan putra-putrinya berbaur bersama dalam keceriaan pada kegiatan yang baru pertama RAFTING. Pukul 07.30 satu bus berangkat menuju lokasi melalui jalur kaliurang. Setelah menempuh perjalanan kira-kira 2 jam, rombongan memasuki kawasan Sungai Elo. Udara sejuk pedesaan menyambut kehadiran kami. Bergegas peserta mempersiapkan diri tanpa membawa apapun kecuali pakaian yang melekat, ada beberapa anak yang membawa HP sebenarnya dokumentasi sudah di sediakan paket oleh penyedia jasa rafting.

Seusai beristirahat sejenak, kami lalu ganti baju kemudian menuju lokasi rafting di Sungai Elo. Lokasi rafting ditempuh selama kurang lebih 15 menit menggunakan angkutan umum yang sudah disediakan oleh panitia rafting di Sunga Elo. Tiba di lokasi rafting, rombongan lalu dipisah menjadi lima bagian, aturan sangat ketat setiap perahu tidak boleh lebih dari 6 penumpang. Kelima rombongan tersebut kemudian dipandu untuk berkumpul disebuah lapangan. Disana pemandu rafting memberi arahan pada tiap-tiap rombongan mengenai keselamatan dan cara menggunakan peralatan rafting. Selain itu pemandu rafting juga memberi arahan kepada tiap-tiap rombongan untuk melakukan pemanasan sebelum kegiatan rafting dimualai. Sebelum memulai rafting pemandu memimpin doa kemudian denga suasana meriah satu per satu peserta menuruni jalan setapak untuk sampai ke bibir sungai. Kemudian, peserta dipersilakan menempati perahu sesuai kelompok masing-masing yang tadi telah terbagi. Nanti mohon maaf bila saya agak keras memberikan instruksi, tapi itu semata-mata untuk keselamatan kita bersama,” kata Dhowir, salah satu pemandu di perahu sebelum memulai perjalanan.

Sepanjang perjalanan, pemandu memberikan penjelasan mulai dari tempat-tempat yang ada di sekitaran sungai, bangunan-bangunan yang ada sampai sejarah. Sungai Elo berada dekat candi-candi. Candi Borobudur dan Candi Mendut jadi salah dua candi yang lokasinya cukup dekat Sungai Elo. Bahkan, salah satu alirannya berada tepat di belakang kompleks Candi Mendut.

Banyak memang cerita yang didapatkan sepanjang perjalanan, mengingat Sungai Elo membelah dua kecamatan, yaitu Muntilan dan Mungkid. Setiap mendekati jeram, pemandu tidak lupa mengingatkan peserta untuk bersiap. Saat melintasi aliran-aliran yang tenang, peserta memang tidak dilarang berenang atau menceburkan peserta dari perahu lain. Namun, bercanda memang tidak dianjurkan setiap mendekati jeram.

Pepohonan yang masih asri menjadi selimut di sepanjang perjalanan karena memang terhampar dari garis awal sampai garis akhir. Alayang indah, dengan sungai yang penuh dengan tantangan membikin keinginan lagi untuk mencoba. “Semoga lain waktu ada kesempatan,” ujar Nasywa, salah satu peserta.

Sejak dulu, sungai sepanjang 12 kilometer itu memang sudah dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk berbagai kegiatan. Mulai dari mandi, cuci, kakus, memancing, sampai wisata petualangan seperti arung jeram. Memiliki setidaknya lima jeram, pengunjung yang ingin menikmati serunya arung jeram memang harus datang berkelompok. Peerahu yang digunakan cukup diisi enam orang ditambah satu pemandu. Sejumlah paguyuban-paguyuban tur telah menyediakan jasa paket sehingga pengunjung tidak direpotkan. Jasa tersebut mulai dari perahu, jasa pemandu, tempat bilas, tempat beristirahat, angkutan umum sampai makan telah diatur. Harga berkisar Rp 700-800 ribu untuk setiap perahu yang berisikan enam penumpang.  Titik kumpul awal tempat membawa peralatan berada di Desa Mendut, dan perjalanan akan berakhir di Desa Blondo.

Paket yang ditawarkan biasanya mencakup makan besar yang sudah tersaji di balai-balai titik kumpul yang sebagian besar bergaya resto kolam. Karenanya, sebelum pulang, pengunjung bisa melepas lelah sambil menyantap makanan dan memancing ikan.

Sepanjang perjalanan, dapat ditemui pula masyarakat sekitar yang tengah memancing. Jika sudah setengah perjalanan, perahu-perahu akan menepi ke tempat beristirahat (rest area). Sudah tersedia kelapa-kelapa segar yang menjadi pelepas dahaga usai menyusuri Sungai Elo. Tersedia pula kue-kue basah yang menjadi bagian paket wisata, dan dapat dinikmati untuk mengisi ulang tenaga yang habis. Pondok Rejosari dan Paradise Bali jadi salah dua titik akhir atau tempat kumpul yang tersedia. Di sana, sudah ada tempat berbilas yang bisa digunakan peserta, sekaligus balai-balai yang bisa dipakai untuk beristirahat.

Rangkaian kegiatan rafting di Sungai Elo berakhir pukul 02.00. Walau badan letih dan pakaian kotor, nampak ekspresi senang tersirat pada wajah para orang tua dan anak-anak, SENSASI luar biasa karena ini juga pengalaman pertama sebagian besar peserta.

Comment

News Feed