by

Belmawa Ristek DIKTI Gelar Bintek Pengembangan Konten SPADA Indonesia di UNSOED

iKabari.com – Konten konvensional yang sudah terselenggara saat ini dinilai sudah mulai harus mempunyai inovasi. Dengan menggunakan konten digital maka pembelajaran yang sebelumnya hanya bisa dilakukan di kelas kini bisa di nikmatioleh siapapun di seluruh Indonesia bahkan dunia. Kementrian Ristek DIKTI dalam dasawarsa terakhir sudah melakukan inovasi untuk mengalih mediakan konten konvensional menjadi digital. Dana hibah dari negara digelontorkan untuk mendapatkannya.

Berlokasi di Universitas Jenderal Sudirman Purwokerto sebanyak 250 peserta yang sebenarnya hanya untuk area Jawa Tengah namun ternyata tercatat ada juga yang datang dari Jakarta dan Padang. Peserta yang mendaftar lewat online banyak mengetahui dari web dan link WA. Acara bimtek dimulai dari jam 08.00 – 17.00 WIB dengan menghadirkan narasumber

dari Perguruan Tinggi sekaligus sebagai fasilitator diantaranya adalah Nurul Hidayat dari UNSOED, Bambang Eka Purnama dari UBSI Surakarta dan Hartoto dari UNM.

Acara dimulai dengan sambutan dari Dit Pembelajaran Uwes Anis Chaeruman. Uniknya karena Pak Uwes sedang berada di Korea, sambutan dilakukan dengan menggunakan video conference. Dan dengan teknologi Zoom yang digunakan sambutan ini berjalan sangat lancar. Dit Pembelajaran juga memberikan materi pembukaan dengan menggunakan teknologi video conference. Paparan yang digunakan sebagai materi juga dipresentasikan secara online. Intinya sekarang jika ada kampus yang akan menyelenggarakan perkuliahan secara online ataupun blended learning sudah dimungkinkan.

Kasubdit Pembelajaran Khusus Uwes Anis Chaeruman yang bertempat di Kantor Asean Korea Center, Kota Seoul, Korea dalam Video conference menyampaikan bahwa era Revolusi Industri 4.0 pada penerapan teknologi pendidikan di perguruan tinggi diharuskan seluruh mata kuliah untuk disiapkan secara Daring/online. Kemudian untuk klasterisasi universitas yang dimulai pada tahun 2019 komponen penilaiannya adalah sistem pembelajaran Daring. “Hal ini bertujuan untuk mendorong perguruan tinggi yang memiliki flat form e-learning managemen sistem untuk dapat terintegrasikan pada sistem SPADA Indonesia”, jelasnya.

Ketua Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Ir. Suprayogi, M.Sc., Ph.D yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa Sistem Pembelajaran Daring di UNSOED ini merupakan suatu prioritas. Hal ini sebagai jawaban atas tantangan memasuki era Revolusi Industri 4.0. “Materi yang akan disampaikan oleh pemateri diharapkan tidaklah menjadi pengetahuan saja tetapi menjadi suatu program yang dapat segera dilaksanakan dan disiapkan dalam pembelajaran mata kuliah menggunakan sistem Daring. Selain itu juga para peserta Bintek bisa menjadi pionier bagi para dosen pengampu mata kuliah yang lain saat kembali ke universitas masing-masing”, harapnya.

Selanjutnya dalam sesi pemaparan Nara Sumber Nurul Hidayat, menyampaikan terkait peran e-learning dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di Era Revolusi Industri 4.0, dimana teknologi membantu dalam memfasilitasi proses pembelajaran dan meningkatkan kinerja proses pembelajaran. Sistem pembelajaran jarak jauh melalui berbagai media komunikasi para mahasiswa akan lebih mandiri, belajar dimana saja/kapan saja, dan berbasis dengan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).

Peserta dalam 2 hari akan belajar bagaimana mendevelop konten yang baik dan meletakkannya pada media online sehingga bisa diikuti oleh mahasiswa dimanapun berada. Dari bimtek ternyata masih banyak peserta yang belum mengetahui tentang elearning SPADA sehingga bimtek serupa masih akan digelar dibeberapa lokasi di Indonesia kata Agus Sumantri sebagai pengelola dari Ristek DIKTI.

Comment

News Feed