by

Survei LSI: 70,9 Persen Responden Anggap Revisi UU KPK untuk Melemahkan KPK

iKabari – Jakarta: Lembaga Survei Indonesia ( LSI) menerbitkan survei terbaru tentang pandangan publik terhadap revisi Undang-undang Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK) yang dipaparkan di Erian Hotel, Jakarta, Minggu 6 Oktober 2019. Hasilnya? Sebanyak 70,9 persen responden menganggap UU KPK hasil revisi adalah upaya untuk melemahkan kinerja lembaga itu dalam memberantas korupsi di Indonesia. Adapun responden yang menganggap bahwa revisi itu untuk menguatkan KPK adalah sebesar 18 persen. Responden sisanya tidak tahu atau tidak menjawab.

Hal itu dipaparkan Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan, dalam rilis temuan survei bertajuk ‘Perppu UU KPK dan Gerakan Mahasiswa di Mata Publik’. “Nah lihat ini, hampir 71 persen dari publik yang tahu revisi UU KPK itu menyatakan bahwa UU revisi itu melemahkan KPK, 70,9 persen ya. Mayoritas mutlak ini meskipun tidak seluruhnya,” papar Djayadi.

Hasil tersebut, lanjut Djayadi, merupakan hasil pertanyaandari Tim Pewawancara LSI kepada para responden, dengan pertanyaan; “Secara umum, apakah menurut Ibu/Bapak revisi UU KPK melemahkan atau menguatkan KPK dalam memberantas korupsi?”

Dia kemudian memberikan gambaran mekanisme survei. Pada awalnya, terdapat 1.010 responden yang ditanya; apakah mereka mengetahui unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa di sejumlah daerah untuk memprotes sejumlah Undang-undang dan Rancangan undang-undang. Hasilnya, sebanyak 59,7 persen responden mengetahui aksi mahasiswa tersebut. Sedangkan 40,3 persen tidak tahu.

Pertanyaan selanjutnya, dari responden yang mengetahui, Tim Pewawancara LSI bertanya lagi; “Apakah Ibu/Bapak tahu bahwa undang-undang yang ditentang mahasiswa itu adalah UU Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang baru ditetapkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat?” Hasilnya, sebanyak 86,6 persen responden mengetahui bahwa demonstrasi mahasiswa itu salah satunya untuk menentang UU KPK hasil revisi. Sebaliknya, ada 8,8 persen responden tidak tahu. Sisanya tidak menjawab.

Metode Survei

Dalam survei ini, LSI mengambil responden secara acak dari responden survei nasional LSI sebelumnya pada Desember 2018 hingga September 2019, yang berjumlah 23.760 orang dan punya hak pilih. Dari total responden itu, dipilih responden yang memiliki telepon, yakni mencapai 17.425 orang. Kemudian, dari 17.425 orang tersebut dipilih sampel dengan metode stratified random sampling sebanyak 1.010 orang. Responden diwawancarai lewat telepon pada 4-5 Oktober 2019. Adapun margin of error survei ini adalah plus minus 3,2 persen. Artinya, persentase temuan survei bisa bertambah atau berkurang sekitar 3,2 persen. Survei ini memiliki tingkat kepercayaan 95 persen. Djayadi menegaskan, survei ini dibiayai secara mandiri oleh LSI.*** zaky/ikabari

Comment

News Feed