by

GAPKI: Melampaui 2018, Ekspor Kelapa Sawit Indonesia Tumbuh 3,8% di Tahun 2019

iKabari – Jakarta: Kabar gembira bagi kalangan pelaku usaha industri sawit nasional maupun Pemerintah Indonesia. Menurut laporan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), kinerja ekspor minyak sawit (CPO dan turunannya) secara umum tumbuh positif per Agustus 2019. Ekspor minyak sawit Indonesia mencapai 22,7 juta ton. Angka tersebut tumbuh 3,8% lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun 2018.

Direktur Eksekutif GAPKI, Mukti Sardjono, menjelaskan bahwa ekspor ke negara-negara tujuan utama juga tumbuh positif. Kecuali ke India, Bangladesh, Pakistan, dan Uni Eropa (UE). Negara tujuan ekspor utama, lanjut dia, masih didominasi ke China dan India. “Kenaikan ekspor terbesar terjadi dengan destinasi China yang naik dengan 150 ribu ton dan ke Timur Tengah yang naik dengan 110 ribu ton dan ke Amerika Serikat (AS) yang naik dengan volume mencapai 90 ribu ton,” kata Mukti, dalam konferensi pers di Kantor Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Jakarta, Kamis (17/10/2019). Turut hadir dalam konferensi pers adalah Ketua Umum GAPKI, Joko Supriyono; Bendahara Umum yang juga Ketua Panitia Penyelenggara IPOC, Mona Surya; Ketua Bidang Agraria dan Tata Ruang, Eddy Martono; dan Ketua Bidang Komunikasi, Tofan Mahdi.

Mengenai penurunan ekspor terjadi di India, Bangladesh, Pakistan dan Uni Eropa. Pada bulan Agustus 2019, ekspor biodesel pada periode Agustus 2019 mengalami penurunan dibandingkan bulan Juli 2019, yaitu dari 187 ribu ton menjadi 162 ribu ton dengan tidak tercatat adanya ekspor biodiesel ke UE.

Ketua Umum GAPKI, Joko Supriyono (ISTIMEWA)

Ketua Umum GAPKI, Joko Supriyono, menjelaskan penurunan ekspor minyak kelapa sawit ke India dikarenakan konsumsi kelapa minyak di negara tersebut sangat beragam. “Konsumsinya bukan hanya (minyak kelapa) sawit, namun minyak nabati lain seperti Minyak Bunga Matahari (sunflower oil), Minyak Kedelai (soybean oil), dan Minyak Rapeseed (canola). Disamping itu, ada faktor perdagangan, yakni digerus pasokan dari Malaysia.

India merupakan pengimpor minyak kelapa sawit terbesar di dunia, sekitar 16% dari pangsa pasar perdagangan sawit dunia. Pada 2018, konsumsi minyak nabati India yang menggunakan minyak kelapa sawit mencapai 8,8 juta ton atau sekitar 37%. Masyarakat India menggunakan minyak kelapa sawit untuk kebutuhan sehari-hari.

PRODUKSI KELAPA SAWIT:
Pekerja sedang memindahkan kelapa sawit ke bak truk untuk kemudian dikirim ke pabrik pengolahan. (sumber foto: nasionalisme.com)

Tahun 2017, Indonesia mengekspor minyak kelapa sawit sebanyak 7,62 juta ton ke India. Tahun 2018, menyusut menjadi 6,71 juta ton. Tahun 2019 diperkirakan menurun lagi sekitar 6-jutaan ton. Meski demikian, Joko Supriyono meyakini pihaknya bisa menggenjot volume ekspor minyak sawit ke India. “Kami sangat optimistis bisa merebut kembali pasar minyak sawit di India. Pasalnya, kebijakan Pemerintah India yang memberikan perlakuan sama kepada Indonesia dan India terkait revisi bea masuk produk kelapa sawit dan turunannya,” jelasnya.

Direbut Malaysia

Pada Januari 2019, India memangkas bea impor untuk pengiriman minyak sawit dari 54 persen menjadi 50 persen. Namun pengiriman dari Malaysia hanya dikenai bea sebesar 45 persen berkat adanya Perjanjian Kerjasama Ekonomi Komprehensif antara kedua negara, yang ditandatangani hampir satu dekade lalu.

Perjanjian ini telah membantu Malaysia meningkatkan pangsa pasar penjualan minyak sawit mereka ke India menjadi 52 persen pada paruh pertama 2019, dibandingkan dengan hanya 30 persen pada 2018, ujar Mohd Bakke Salleh, Ketua Dewan Minyak Kelapa Sawit Malaysia (MPOB) di Mumbai, India. Berdasarkan data MPOB, impor minyak sawit India dari Malaysia melonjak menjadi 2,59 juta ton pada semester pertama, sementara periode yang sama tahun 2018 hanya sebesar 1,39 juta ton.

KELAPA SAWIT:
Kelapa sawit tetap jadi andalan Perekonomian Indonesia. (sumber foto: agrofarm.co.id)

Produksi Minyak Sawit Nasional

Sementara itu, produksi minyak sawit Indonesia mencapai 34,7 juta ton sepanjang Januari-Agustus 2019 atau naik 14% dibandingkan periode sama tahun 2018. Khusus di bulan Agustus 2019, produksi minyak sawit Indonesia mengalami kenaikan 8,7% dibandingkan produksi di bulan Juli 2019. *** zaky/ikabari

Comment

News Feed