by

Riset Global Forest Watch: Titik Api di Lahan Konsensi Sawit Relatif Kecil

iKabari – Jakarta: Perusahaan-perusahaan sawit anggota GAPKI (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia) dan masyarakat sekitar perkebunan memiliki program pencegahan sekaligus penanganan kebakaran lahan di area konsensi sawit. Program ini berjalan efektif mencegah terjadinya kebakaran lahan.

Direktur Eksekutif GAPKI, Mukti Sardjono, mengatakan program ini sudah berjalan efektif, bahkan dilaksanakan jauh sebelum maraknya kebakaran di kawasan kehutanan. Apalagi, GAPKI mengklaim jumlah titik panas dan titik api di dalam konsesi sawit maupun lahan masyarakat di sekitar perkebunan perusahaan sawit, relatif kecil, sekitar 11% dari total titik panas yang muncul pada kebakaran lahan sepanjang tahun 2019 ini.

Baca Juga :
Gapki: Melampaui 2018, Ekspor Kelapa Sawit Indonesia Tumbuh 3,8% di Tahun 2019

Mengutip data Global Forest Watch (GFW) per 1 Januari 2019 hingga 16 September 2019 di seluruh Indonesia, kebakaran di dalam konsesi sawit mencapai 11%. Sedangkan luar konsesi mencapai 68%. Di Riau dalam konsesi 19% dan di luar konsesi 51%, Jambi dalam konsesi 19% dan di luar konsesi 51%, Sumatera selatan dalam konsesi 2% dan diluar konsesi 71%, Kalimantan Barat dalam konsesi 26% dan diluar konsesi 53%, Kalimantan Tengah dalam konsesi 15% dan di luar konsesi 81%.

PEMAPARAN:
Ketua Bidang Agraria dan Tata Ruang GAPKI, Eddy Martono (tengah), menjelaskan kondisi terkini penanganan kebakaran di lahan hutan kelapa sawit. GAPKI dan warga desa di sekitar lahan kelapa sawit program pencegahan sekaligus penanganan kebakaran lahan di area konsensi sawit. Program ini berjalan efektif mencegah terjadinya kebakaran lahan. (ikabari/zaky ah)

“Perusahaan-perusahaan anggota GAPKI telah bersinergi dengan lebih dari 527 desa di sekitar wilayah operasional perusahaan melalui program pencegahan maupun penanggulangan kebakaran hutan dan lahan. Kami membentuk desa siaga api baik di Sumatera dan Kalimantan. Program ini telah dilaksanakan sejak tahun 2015 dan berjalan sampai sekarang. Bahkan dibentuk desa-desa siaga api yang baru,” kata Direktur Eksekutif GAPKI, Mukti Sardjono, dalam konferensi pers di Kantor Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Jakarta, Kamis (17/10/2019). Turut hadir dalam konferensi pers adalah Ketua Umum GAPKI, Joko Supriyono; Bendahara Umum yang juga Ketua Panitia Penyelenggara IPOC, Mona Surya; Ketua Bidang Agraria dan Tata Ruang, Eddy Martono; dan Ketua Bidang Komunikasi, Tofan Mahdi.

GAPKI MILIKI PROGRAM PENCEGAHAN KEBAKARAN HUTAN:
Jajaran Pengurus Pusat GAPKI menggelar konferensi pers di Kantor Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Jakarta, Kamis (17/10/2019) yang dihadiri puluhan media massa nasional dan internasional. Hadir dalam konferensi pers adalah Ketua Umum GAPKI, Joko Supriyono; Bendahara Umum yang juga Ketua Panitia Penyelenggara IPOC, Mona Surya; Direktur Eksekutif GAPKI, Mukti Sardjono; Ketua Bidang Agraria dan Tata Ruang, Eddy Martono; dan Ketua Bidang Komunikasi, Tofan Mahdi. (ikabari/zaky ah)

Perusahaan-perusahaan anggota GAPKI telah memenuhi seluruh sarana dan prasarana guna mencegah dan menanggulangi masalah kebakaran hutan lahan seperti menara pengawas, drone, pemadam kebakaran juga personel yang memiliki kecakapan penanggulangan kebakaran, dan lain-lain. Tidak hanya itu, sarana dan prasarana tersebut juga diberikan kepada masyarakat beserta dengan pelatihan-pelatihan yang memadai.

Program ini merupakan inisiatif perusahaan anggota GAPKI bersama Pemerintah, Polri, TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan masyarakat sekitar. Program sinergi bersama dengan masyarakat terbukti efektif untuk mengendalikan kebakaran lahan.

Baca Juga :
Roadmap Bioenegeri Indonesia Dibahas dalam Konferensi Kelapa Sawit Internasional di Bali

Program pencegahan dan penanggulangan kebakaran lahan dikemas dalam berbagai nama antara lain Masyarakat Peduli Api (MPA) oleh PT Astra Agro Lestari Tbk, Desa Makmur Peduli Api (DMPA) oleh Grup Sinar Mas, Masyarakat Bebas Api oleh Musim Mas Grup, Fire Free Alliance (FFA) dari Grup Wilmar, Kelompok Tani Peduli Api oleh Grup Sampoerna Agro, dan sebagainya. “Program ini terutama dilaksanakan di Provinsi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat. Perusahaan anggota GAPKI lainnya juga mengemas kegiatan penanggulangan dan pencegahan kebakaran lahan ini dalam program CSR,” kata Mukti. *** zaky/ikabari

Comment

News Feed