by

Penguatan Rupiah dan Mata Uang Global

iKabari – Awal Juni 2020 media memberitakan penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat makin perkasa. Penyebab yang mendorong penguatan rupiah, di antaranya situasi di Amerika Serikat (AS). Salah satu fakta kekhawatiran atas pandemi penyakit virus corona 2019 (Covid-19), dapat diketahui di Amerika Serikat, angka pengangguran tercatat sebagai lonjakan tertinggi sepanjang sejarah Amerika Serikat, pada posisi April 2020, telah mencapai 20,5 juta orang. Langkah pemerintah AS mengunci wilayah (lockdown) untuk memerangi virus corona berdampak besar pada perekonomian dan berimbas kepada lapangan pekerjaan, ungkap Tim Promosi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Ir.Alief Einstein,M.Hum. usai bincang-bincang dengan alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsoed angkatan 1980 Rudi Sutanto, SE., MBA.
Di bawah ini, hasil bincang-bincang dengan praktisi profesional Rudi Sutanto yang mempunyai pengalaman 33 tahun diberbagai perusahaan (terlampir pengalaman kerja Rudi Sutanto, di bawah).
Rudi memaparkan pertama Kondisi AS dan kedua IDX.

1. Kondisi Amerika Serikat
Rudi menjelaskan, dalam menghadapi pandemi, pemerintah AS telah menggelontorkan keringanan yang diberikan kepada wajib pajak sebesar $2 triliun, totalnya mencapai 10,5% dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB), dan pandemi hanya memerlukan waktu 4 bulan, untuk mencapai tingkat pengangguran “serius”.
Rudi mengatakan : “Data statistik USA (up dated 30 April 2020), yaitu NonFarm Payrolls (NFP) menggambarkan posisi pembayaran gaji para pekerja di USA di luar sektor pertanian, sekaligus untuk memperlihatkan tingkat pengangguran akibat lock down pandemi dan menggarisbawahi kecenderungan resesi yang tak terhindarkan . Perubahan standar pembanding bulanan NPF baru saja melewati batas 20,5 juta, sementara tingkat pengangguran melonjak menjadi 14,7% (data terakhir).
Menurut Rudi, NFP memetakan situasi ketenagakerjaan April 2020, sedangkan pasar mempertimbangkan data klaim pengangguran awal mingguan yang meluas dan menggambarkan keruntuhan monumental yakni suatu kondisi dimana sebelumnya menjadi andalan ekonomi, kemudian memperlihatkan penurunan yang signifikan dan dianggap sebagai variabel yang berpengaruh sebagai salah satu pertimbangan untuk menggambarkan kondisi pasar (modal, emas, dan mata uang). Data NFP tersebut melampaui prakiraan pasar, dan sangat berpengaruh terhadap Dolar AS, instrumen yang terkait dengan saham-saham perusahaan di Amerika Serikat (ekuitas), maupun instrumen surat hutang berjangka di atas 5 tahun (obligasi), dan emas, ujar Rudi.
Rudi menambahkan, disisi lain, kondisi keamanan dalam negeri Amerika Serikat (AS), dalam pemantauan serius oleh pelaku pasar.

2. IDX (Pasar Modal Indonesia / Bursa Efek Indonesia)
Pada perdagangan Rabu (03 Juni 2020), IHSG ditutup di level 4.941,01 dengan lonjakan 1,93% atau 93,50 poin dari kondisi sebelumnya. Reli kenaikan hari keenam beruntun sejak perdagangan Selasa 26 Mei 20, Indeks bahkan sempat menembus level 5.000 (batas psikologis).
Artinya dalam situasi dalam negeri AS , yang menggambarkan, suatu kondisi yang tidak mampu mendukung “kegiatan ekonomi berjalan secara normal atau membaik” (kurang kondusif), perilaku investor yang agresif untuk membeli berbagai saham AS (agresifitas investor), untuk melakukan mitigasi risiko dengan mempertimbangkan berbagai resiko yang bisa terjadi, dengan penempatan di pasar modal global, di antaranya NYSE (AS), Hangseng (Hongkong), LSE (London), dan lain-lain termasuk Indonesia, dimana data gabungan banker di seluruh dunia (bank dunia / world bank) yang akan menentukan standar beroperasinya bank secara baik dan aman/prudent) untuk memperkirakan laju pertumbuhan 0%? atau termasuk mampu bertahan pada tingkat survival (defensif), sedangkan banyak negara lain mengalami negative.

Apakah dapat dianggap sebagai peredaran uang yang sangat lukuid yang segera dapat berpindah antar negara melalui di antaranya penempatan pada bank dan pasar modal (hot money) ?, belum tentu, karena investor asing sudah berani dengan memborong saham properti yakni investasi pada saham berbentuk asset, misalnya rumah, mall, hotel, apartemen dengan contoh padsla minggu ini (Pakuwon, Ciputra), sedangkan investor lokal masih “wait and see” yaitu bersifat menunggu, kemudian melihat investor lain akan melakukan sesuatu terlebih dahulu, kalau menguntungkan baru di ikuti / follower).

Indikator tersebut yang mendorong penguatan IDX (Pasar Modal Indonesia / Bursa Efek Indonesia), sekaligus IDR (rupiah) terhadap $ US (dolar Amerika Serikat).

A. Pengalaman Kerja Rudi Sutanto, SE., MBA. :
1. PT.Taspen (Persero) 1987-1994, Jakarta, Analis Investasi,
2. PT.Pentasena Sekuritas 1994-1998, Jakarta, Sr. Analis Investasi & Manager Corporate Finance, Jakarta,
3. PT. Asia Cellular Satellite (Subs Lockheed Martin Global Telecommunication USA) 1998-2002, Sr. Manager – Treasury, Jakarta-Batam,
4. PT Ciptadana Sekuritas (afiliasi Lippo), Vice President Corporate Finance, Jakarta
5. PT.NISP Sekuritas (subs. Bank OCBC Nisp) , VP-Head of Investment Banking, 2004-2013,
6. JISPEI – bekerja sama MAJ Private Equity Denmark, Business Adv. Jakarta – private placement in Indonesia, 2014-2017, Jakarta.
7. Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta, Vocational Lecture 2016-2018, Yogyakarta.
8. Agriterra (Cooperative Campina-Netherland), Business Advisory, 2018 – sekarang (Pengembangan Korporasi Petani Kelapa di Pangandaran), Jakarta.
9. PT. Semesta Asset Management, business adv. utk private placement, 2020- sekarang, Jakarta.

B. Pengalaman Organisasi Rudi Sutanto,SE., MBA. :
1. Pramuka:
a. 1977-1986 ,Gudep Bhayangkara, DKC Banyumas KA. bid Kegiatan,
b. Racana Pandega Soedirman. KA bid Kegiatan, kontingen Indonesia ke Asian Rovermoot – Australia 1983,
2. Ikatan Sepakbola Banyumas-Unsoed Penjaga gawang , 1980-1986, Juara 1 liga Banyumas, Juara III Porseni Mahasiswa Kopertis Jawa-Tengah
3. SEMA FE Ketua 3, 1981-1983,
4. UPL dan Jagrawecya 1982-1986,
5. ISEI bid.UMKM Taspen 1989-1993,
6..KAUnsoed 1993-1997 KA bid Usaha,
7. KAUnsoed 2020 sd Sekarang , Ketua.bid Usaha dan Koperasi.

C..Pengalaman – Profesi Rudi Sutanto,SE., MBA.:
1. Analis Investasi untuk instrumen surat utang dan ekuitas (melalui Pasar Modal),
2. Analis Investasi untuk private placement, Pedagang Perantara Perdagangan Efek (P3E) , Bapepam, 1988.
Lisensi
3. Wakil Penjamin Emisi Efek( WPEE) Bapepam-OJK , 2002.

D. Bidang Usaha Rudi Sutanto,SE., MBA. saat ini, di antaranya :
1. Business Development (independen), pengembangan Korporasi Petani Kelapa Pangandaran bersama Agriterra,
2. PT. Semesta Private Placement instrumen ekuitas,
3. Unsoed dan Dirjen. LP, pengembangan lahan P.Nusakambangan, Cilacap Jawa Tengah.

Comment

News Feed