by

Prof.Dr.Ade Maman Suherman,SH.MSc. Lolos Seleksi Tertulis Calon Anggota KY

iKabariNews – Komisi Yudisial (KY) merupakan suatu lembaga yang memiliki sifat mandiri yang memiliki wewenang dalam mendapatkan calon Hakim Agung, Hakim Ad Hoc di Mahkamah Agung, dan hakim di seluruh badan peradilan sesuai kebutuhan dan standar kelayakan. KY juga memiliki wewenang lain seperti menjaga kehormatan dan perilaku hakim, ungkap Tim Promosi Unsoed Ir.Alief Einstein,M.Hum. saat mendampingi pemaparan alumni Program S3 dari Universitas Indonesia, Jakarta Prof.Dr.Ade Maman Suherman,SH.MSc. (Proff.Ade) tentang Calon Anggota KY.

Panitia seleksi (pansel) pemilihan calon anggota Komisi Yudisial (KY) periode lima tahun mendatang (2020 – 2025), mengumumkan, dari 107 peserta seleksi kualitas online pemilihan anggota KY, yang dinyatakan lolos seleksi tertulis secara daring (online) sebanyak 55 orang peserta. Seleksi kualitas daring tersebut telah dilaksanakan pada Senin (29/6) di kediaman masing-masing peserta.
Para peserta tersaring yang mengikuti tes ini datang dari berbagai latar belakang, salah satu kandidat calon anggota KY yang lolos seleksi tertulis secara online yakni Dekan Fakultas Hukum Unsoed (2017 – sekarang) Prof.Dr.Ade Maman Suherman,SH.MSc.
Selanjutnya Prof.Ade akan mengikuti seleksi tahap berikutnya, yaitu uji publik “online” pada 20 -21 Juli 2020.

Alumni Program.S2 Univ of Groningen Belanda Prof Ade mengatakan, saat mendaftar untuk ikut seleksi KY walaupun di era pandemi penyakit virus corona 2019 (Covid-19), namun niatan seleksi tersebut sudah sejak lama yakni ketika lolos seleksi tahap ketiga Calon Pimpinan KPK pada tanggal 12 Agustus 2015.
Setelah Prof Ade menyelesaikan persyaratan untuk seleksi KY telah lengkap, kemudian Prof. Ade mengikuti seleksi administrasi dan seleksi kualitas secara daring.
Mantan Komandan Resimen Mahasiswa Satuan 904/Kalayuda Unsoed Prof Ade menambahkan, keikutsertaan seleksi KY, berangkat dari keperdulian akan justice for all dan menjaga kehormatan serta martabat hakim. Tugas Komisi Yudisial sangat mulia dalam menegakkan baik kode etik maupun profesi hakim dan bukan hal yang baru bagi profesi pendidik khususnya pada perguruan tinggi hukum, kata Prof. Ade.

Comment

News Feed