by

32 Peserta Lolos Seleksi Uji Publik Calon Anggota Komisi Yudisial

iKabari – JAKARTA : Panitia Seleksi (Pansel) Pemilihan Calon Anggota Komisi Yudisial (KY) menyelesaikan tahapan Uji Publik secara Daring, yang dilaksanakan pada 20-21 Juli 2020. Sabtu hari ini (25/7/2020), Pansel mengumumkan nama-nama 32 peserta yang lolos uji publik secara daring untuk menjadi anggota KY Periode Tahun 2020-2025.

“Dari 54 orang peserta uji publik secara daring seleksi calon anggota Komisi Yudisial, yang dinyatakan lulus adalah sebanyak 32 orang,” kata ketua pansel Maruarar Siahaan, seperti dikutip dalam pengumuman hasil Seleksi Administrasi Pemilihan Calon Anggota KY pada laman setneg.go.id edisi Sabtu 25 Juli 2020.

Tahap selanjutnya, para peserta yang dinyatakan lulus Uji Publik secara daring, wajib mengikuti seleksi tahap berikutnya, yaitu “Profile Assessment”. Tahapan ini akan diselenggarakan pada Senin dan Selasa, 3-4 Agustus 2020, pada Pukul 07.30 WIB sampai dengan selesai berlokasi di Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) Kementerian Sekretariat Negara Jalan Gaharu I No 1 Cilandak, Jakarta Selatan.

Surat Pansel Pemilihan Calon Anggota KY Periode 2020-2025. (ISTIMEWA)

Maruarar menekankan para peserta diharapkan juga mengikuti protokol penanganan COVID-19 dan menunjukkan hasil ‘rapid test’ dengan hasil pemeriksaan paling lama 7 hari sebelum pelaksanaan tes. “‘Rapid test’ diselenggarakan mandiri oleh peserta,” ujar Maruarar. Dia mengingatkan bagi peserta yang tidak menghadiri Sesi “Profile Assessment”, maka langsung dinyatakan gugur.

Pansel Minta Masukan dari Publik

Bukan hanya itu. Panitia seleksi, lanjut Maruarar, juga mengharapkan masukan dari masyarakat maupun pihak akademisi/aktivis/serta pihak dalam terhadap nama-nama peserta seleksi pemilihan calon anggota Komisi Yudisial yang dinyatakan lulus uji publik secara daring.

Masukan dapat disampaikan melalui pos ke Sekretariat Panitia Seleksi mulai 24 Juli – 4 Agustus 2020 pukul 16.00 WIB dengan alamat Kementerian Sekretariat Negara, Gedung 1 Lantai 2, Jl. Veteran No. 18, Jakarta Pusat 10110 atau melalui surat elektronik ke panselky2020@setneg.go.id .

Sejumlah nama yang turut lolos seleksi Uji Publik via Daring antara lain Dekan Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman (FH Unsoed) Purwokerto, Jawa Tengah, Prof. Dr. Ade Maman Suherman, S.H., M.Sc; Ketua Ombudsman RI (Periode 2016-2021) Amzulian Rifai; Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Abdul Haris Semendawai; serta Anggota Ombudsman RI (Periode 2016-2021) Adrianus Eliasta Meliala.

Kemudian, tiga orang anggota KY periode 2015-2020 yaitu Sukma Violetta, Joko Sasmito dan Sumartoyo, juga dinyatakan lolos Uji Publik via Daring. Kemudian, dari unsur hakim, yang lolos adalah Binsar Gultom, Hakim Tinggi Banten, yang pernah menjadi hakim dalam perkara kasus kopi sianida Jessica Kumala Wongso.

Sebelumnya, Pansel mengumumkan sebanyak 108 nama lolos seleksi administrasi calon pimpinan Komisi Yudisial (KY). Kemudian, sebanyak 55 dari 108 peserta mengikuti seleksi tertulis secara daring (online) sebanyak 55 orang peserta. Sebanyak 32 peserta dari 55 peserta lolos tahap Uji Publik dan wajib mengikuti Seleksi “Profile Assessment”.

Pansel akan mengerucutkan nama-nama peserta menjadi 14 nama/peserta yang akan diberikan kepada Presiden. Nantinya, Presiden akan memilih 7 orang untuk dibawa DPR RI. Masa jabatan Anggota KY 2015-2020 berakhir pada Desember 2020 mendatang. Pansel pemilihan calon anggota KY diketuai oleh Maruarar Siahaan dengan anggota yakni Harkristuti Harkrisnowo, Edward Omar Sharif Hiariej, Ahmad Fikri Assegaf dan I Dewa Gede Palguna.

Sementara itu, Ade Maman Suherman, menyatakan senang bisa lolos di seleksi Uji Publik via Daring. Meski, masih ada tahap seleskai berikutnya. “Alhamdulilah bersyukur pada Allah SWT. Seleksi KY masih berlanjut ke tahap berikutnya,” katanya. Dia memaparkan bahwa Pansel sudah melakukan tiga tahapan seleksi dengan baik melalui daring. Diawali dengan seleksi administrasi dengan pembuatan makalah, berikutnya tes kualitas dan test pemaparan visi misi. Tahapan ini, saya rasa cukup sulit, karena menyampaikan visi misi strategi dalam waktu 5 menit saja. “Semoga saya dapat mengikuti tahapan berikutnya dengan baik di Balai diklat Setneg berupa Profile Assesment dan rekam jejak,” katanya.

UJI PUBLIK:
Calon anggota Komisi Yudisial (KY), Ade Maman Suherman, menjabarkan gagasannya dalam sesi Uji Publik Capim KY yang disiarkan secara virtual (daring), pada Senin (20/7/2020). (sumber: MediaIndonesia.com )

Selanjutnya, saat menyinggung mengenai hubungan KY dengan MA di masa mendatang, Ade Maman Suherman yang pernah menjabat Anggota Komisi Banding Merek Depkumham RI Unsoed (2005-2011) ini, berharap ke depan agar terciptanya Sinergitas dan Soliditas antara KY dan MA tidak hanya dalam pengawasan kode etik perilaku profesi hakim. “Tetapi juga meningkatkan kapasitas dan kesejahtetaan hakim, sehingga pelayanan bagi pencari keadilan dan juga masyarakat semakin optimal,” kata Ade yang juga menjabat Ketua Umum Pengkab Pelti Banyumas (2016-2020) ini.

Sehari-hari, Ade Maman Suherman adalah Dekan Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman (FH Unsoed) Purwokerto, Jawa Tengah. Pria kelahiran 11 Juli 1967 ini mendapatkan SH dari FH Unsoed pada 1990. Satu dasawarsa setelahnya, Ade meraih S2 di Univesitas Groningen, Belanda dalam Bidang Hukum Bisnis Internasional. Adapun gelar doktor diperoleh dari Universitas Indonesia (UI) pada 2012. Pada 28 Maret 2013, Ade dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Hukum Internasional saat masih usia 46 tahun. * Tim Redaksi

Berikut Nama 32 Calon Hakim KY yang Lolos Uji Publik Daring:

32 Calon Hakim KY yang Lolos Uji Publik Daring. (ISTIMEWA)

Comment

News Feed