by

Mayangsari Qurban Sapi di Masjid Agung Baitussalam

iKabariNews – Sejumlah kota di luar zona merah Covid-19 sudah diizinkan membuka masjid dan mushala untuk menggelar sholat berjamaah juga penyembelihan ternak qurban. Meski tidak mudah mengimbau warga untuk mengikuti protokol kesehatan di masjid, hal ini dilakukan dengan harapan agar jamaah pada hari Jum’at 31 Juli 2020 dapat menjalankan ibadah menyembelih ternak qurban di masjid namun tetap menjaga kesehatan saat Covid-19 ungkap Humas Masjid Baitussalam, Purwokerto Ir.H.Alief Einstein,M.Hum.
Einstein menambahkan karena kekhawatiran atas pandemi penyakit virus corona 2019, khusus qurban tahun 2020 ini di MAB jelas berbeda dengan tahun sebelumnya, di antaranya masyarakat disarankan untuk tidak berkumpul menyaksikan penyembelihan ternak qurban sapi ataupun kambing.
Ketua Takmir Masjid Agung Baitussalam, Purwokerto Dr.H.Muh.Hizbul Muflihin,M.Pd. meminta panitia menerapkan protokol kesehatan secara ketat dalam melaksanakan penyembelihan ternak qurban dan juga distribusi daging qurban yang dilakukan oleh panitia ke rumah mustahik. Kemudian, pihak yang terlibat saling menjaga jarak fisik (physical distancing), seperti penyembelihan ternak qurban dilaksanakan di halaman parkir motor, lokasi penyembelihan hanya dihadiri panitia dan pihak pengqurban saja, dalam penerapan personal panitia yakni dengan pengaturan jaga jarak antara panitia pada saat penyembelihan, pencacahan, dan pengemasan daging, serta penerapan alat yang digunakan dalam pencacah daging qurban.
Selanjutnya H.Einstein yang juga Dosen Fakultas Peternakan Unsoed Purwokerto menjelaskan bahwa untuk mencegah dan meminimalisir potensi penularan Covid-19, selain ada penilaian Gugus Tugas Kelurahan Sokanegara Kecamatan Purwokerto Timur terhadap kesiapan panitia qurban tentang Prosedur Protokol Kesehatan, juga panitia sudah menerapkan Personal Hygiene, di antaranya pertama, pemeriksaan awal yaitu melakukan pengukuran suhu tubuh di pintu Masjid Agung. Kedua, setiap panitia harus memakai masker yang benar, menggunakan sarung tangan, pakaian lengan panjang, sering cuci tangan dengan sabun di air yang mengalir, dan menghindari bersentuhan langsung / jabat tangan, dan menggunakan tutup kepala (topi, kopyah, dan atau sejenisnya). Ketiga, panitia diingatkan agar tidak menyentuh telinga, mata, hidung, dan mulut.
Dr.Hizbul yang juga Dosen IAIN Purwokerto mengatakan Panitia Qurban Masjid Agung menyembelih 9 ekor sapi dan 7 kambing. Ke 9 ekor sapi itu berasal dari takmir/yayasan MAB, jama’ah/keluarga jamaah MAB, serta 1 ekor dari keluarga Dosen Unsoed Prof.Ir.Totok Agung,DH.MP.PhD. dan pada hari Kamis 30072020 panitia qurban menerima lagi 1 ekor dari keluarga Mayangsari. Sapi dari keluarga Mayangsari di potong pada pukul 09.35 hari ini Jum’at 31072020.
Dr.Hizbul dalam kesehariannya juga sebagai Tim WASLITEV PW PTKI pada Kementerian Agama RI di Jakarta mengatakan : “dengan adanya penerapan protokol kesehatan yang ketat dalam penyembelihan ternak qurban di Masjid Agung, diharapkan bisa memutus penyebaran Covid-19,” jelas Dr.Hizbul.

Comment

News Feed