by

SEMION – Seminar Online (Dinamika Hukum Internasional Pada Masa Pademi Covid-19)

● PRESS RELEASE ●

SEMION – Seminar Online

(Dinamika Hukum Internasional Pada Masa Pademi Covid-19)

1. Narasumber
Pandemi Covid-19 membuat hampir semua negara tak siap menghadapi dua persoalan sekaligus, kesehatan dan ekonomi, pada saat yang sama. Untuk menangani persoalan global itu di antaranya diperlukan upaya dinamika hukum internasional pada masa pandemi Covid-19, ungkap Tim Promosi Unsoed Ir.Alief Einstein,M.Hum. saat mendampingi pemaparan Dekan FH Unsoed Prof.Ade.
Einstein menambahkan untuk itu bagian Hukum Internasional Fakultas Hukum Unsoed pada hari Rabu 12 Agustus 2020 menggelar SEMION (Seminar Online) dengan tema : Dinamika Hukum Internasional Pada Masa Pademi Covid-19. Acara SEMION dibuka oleh Dekan Fakultas Hukum (FH) Unsoed Prof. Dr. Ade Maman Suherman, S.H., MSc. (Prof.Ade) yang sekaligus sebagai pembicara seminar dengan tema : Global Health Governace dan Pandemi Global Multi-Track Policy dan Tanggung Jawab Negara.
Einstein mengatakan narasumber yang lain adalah :
1. Imam Asari, SH, Konsul Jenderal RI di Istanbul Turki yang menyampaikan presentasi degan judul : Dinamika Hukum Iternasional dan Peran Perwakilan RI di Tegah Pademi Covid-19
2. Prof. Dr. Sefriani, SH., M.Hum. (Guru besar FH UII) dengan tema : Menggugat WHO Covid-19 Dinamika Hukum Kesehatan Global,
3. Muhamad Yamin, S.IP., MSi (Dosen FISIP Unsoed) meyampaikan tema : Sekuritiasi Isu Pandemi Covid-19
4. Dr. Noer Indriati, S.H., M.Hum (Dosen FH Unsoed) menyampaikan tema : Kewajiban Negara Dalam Melindungi Kelompok Rentan Pada Masa Pandemi Covid-19 Dalam Hukum Internasioal dan Hukum Nasional.
Moderator seminar Dr. Aryuni Yuliantiningsih,SH.,MH. (Dr.Aryuni) mengatakan bahwa acara seminar dimulai pada pukul 14.00 sampai jam 16.00. Setelah narasumber menyampaikan materi kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab

2. Peserta Seminar
Jumlah peserta SEMION menurut Dr.Aryuni sebanyak 390 orang dengan berbagai latar belakang pekerjaan, institusi/lembaga, dan lokasi, sebagai berikut.

a. Lokasi Peserta
Peserta seminar hampir merata dari seluruh wilayah barat sampai timur Indonesia, yaitu :
1) Sumatra : Banda Aceh, Pakanbaru, Jambi, Bengkulu.
2) Jawa : Surabaya, Madiun, Jember, Pamekasan, Kediri, Gresik,Malang, Semarang, Salatiga, Surakarta, Yogyakarta, Pati, Purwokerto, Tegal, Wonosobo, Jakarta, Bandung, Bogor, Cirebon, Sumedang, Kuningan
3) Kalimantan : Balikpapan, Pontianak, Palangkaraya, Banjarmasin.
d. Sulawesi dan Nusa Tenggara : Makassar, Kupang, Mataram, Lombok, Ambon.
e. Papua : Sorong dan Jayapura.

b. Institusi / Lembaga dari Peserta
Akper, Bawaslu, Bea Cukai, BPK, Bapas, BBPOM, BPBD, Kejaksaan, Kemenkumham, KKP, Kemen PUPR, KPU, Pemprov, SMP, UT dan berbagai Perguruan Tinggi di Indonesia.

c. Profesi Peserta : Notaris, PPAT.

d. Peserta Masyarakat Umum: PT. Sumarecon, dan lainnya.

3. Presentasi Prof.Dr.Ade Maman Suherman SH.MSc.
Menurut alumni S2 dari Univ of Groningen Belanda Prof.Dr.Ade Maman Suherman,SH.MSc. dalam presentasi seminar menyampaikan bahwa globaliasi melahirkan tantangan bagi kebijakan penyakit menular baik secara nasional maupun internasional. Tantangan ini akan berbeda satu sama lain, tetapi secara konseptual dapat dikategorikan menjadi dua: horizontal and vertical health challenges. Tantangan horizontal sebagai : challenges among many states. Adapun tantangan vertkal /vertical challenges problems that countries face inside their territories, from the national to the local level. Respon terhadap vertical challenges, harus mereform public health practices and policies dalam suatu negara bukan antar Negara. Negara- negara berkembang perlu bantuan dari negara lain dan organisasi internasional untuk meningkatkan/memperbaiki domestic public health.
Kemudian Prof.Ade yang juga alumni S3 dari FH Ui Jakarta mengatakan bahwa Hukum Internasional dapat berperan dalam konteks vertical and horizontal strategi kesehatan publik dalam menangani infectious diseases. Kebijakan dan kewajiban yang disepakati oleh international governance diinformasikan kepada national governance.
Selanjutnya Prof.Ade mengatakan global governance terlibat tidak hanya dengan states and international institutions tetapi juga nonstate actors, seperti multinational corporations (MNCs) and international non-governmental organizations (NGOs).

4. Kesimpulan Seminar : Bahwa pada saat ini dunia sedang menghadapi dua tantangan global, yaitu : krisis kesehatan global dan krisis ekonomi.
Dua hal tersebut harus dihadapi secara beriringan tanpa meninggalkan satu dengan yang lainnya.

5. Saran Seminar :
a. Perlu ditingkatkan kerja sama global dari setiap negara untuk menghadapi isu bersama yaitu Pandemi Covid-19.
b. Meningkatkan kerja sama global yang saling menguntungkan,
c. Membangun kesejahteraan bersama baik bilateral maupun kawasan,
d. Menghindari proteksionisme dan nasionalisme sempit,
e. Mencegah polarisasi yang dapat mempertajam persaingan yang merugikan di setiap negara.

Comment

News Feed