by

Dekan FH Unsoed Lolos Ujian Profile Assessment Calon Anggota KY

iKabari – JAKARTA : Panitia Seleksi (Pansel) Pemilihan Calon Anggota Komisi Yudisial (KY) mengumumkan nama-nama 18 peserta yang lolos tahapan Profile Assessment untuk menjadi anggota KY Periode Tahun 2020-2025. Salah satunya adalah Dekan Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman (FH Unsoed) Purwokerto, Jawa Tengah, Prof. Dr. Ade Maman Suherman, SH. MSc.

Sebagai tindak lanjut dari Keputusan Panitia Seleksi Pemilihan Calon Anggota Komisi Yudisial Nomor: 68/PANSEL-KY/Vli1/2020 tanggal 24 Agustus 2020 tentang hasil Profile Assessment Seleksi Pemilihan Calon Anggota Komisi Yudisial, dengan ini diumumkan sebagai berikut:

1. Dari sebanyak 32 (tiga puluh dua) orang peserta Profile Assessment Seleksi Calon Anggota Komisi Yudisial, yang dinyatakan lulus Profile Assessment, sebanyak 18 (delapan betas) orang.
2. Peserta yang dinyatakan lulus Profile Assessment, wajib mengikuti seleksi tahap berikutnya, yaitu:

Informasi Tes Kesehatan akan dilaksanakan pada Hari Senin, tanggal 21 September 2020 Pukul 07.00 hingga selesai. Lokasinya di RSPAD Gatot Soebroto, JI. Abdul Rahman Saleh No.24, Jakarta Pusat. Kemudian, jadwal Wawancara Terbuka digelar pada Hari Selasa-Kamis, tanggal 22-24 September 2020, dimulai Pukul 09.00 hingga acara selesai. Tempat wawancara terbuka di Aula Gedung Utama Lantai 1, Kementerian Sekretariat Negara,JI. Veteran No. 18, Jakarta Pusat.

Ada beberapa catatan dalam tes kesehatan dan wawancara terbuka. Yakni, pertama, Pada saat mengikuti Tes Kesehatan dan Wawancara Terbuka, setiap peserta wajib membawa Kartu Tanda Penduduk dan hadir 30 menit sebelum pelaksanaan tes dimulai untuk melaksanakan registrasi. Kedua, Peserta diharapkan memperhatikan prosedur physical distancing sesuai dengan protokol penanganan Covid 19. Peserta wajib melaksanakan swab test secara mandiri pada tanggal 14 September 2020 atau setelahnya, kemudian wajib mengirimkan hasil swab test paling lambat tanggal 17 September 2020 (sebelum pelak9anaan test kesehatan).

Kemudian, ketiga. Jadwal Wawancara Terbuka akan diberitahukan kemudian. Konsekuensinya, yakni (1) Peserta yang tidak hadir mengikuti Tes Kesehatan dan Wawancara Terbuka dinyatakan gugur. (2) Keputusan Panitia Seleksi Pemilihan Calon Anggota Komisi Yudisial tidak dapat diganggu gugat.

Selanjutnya, Panitia Seleksai mengharapkan masukan dari masyarakat terhadap nama-nama peserta Seleksi Pemilihan Calon Anggota Komisi Yudisial yang dinyatakan lulus Profile Assessment. “Masukan disampaikan melalui pos ke Sekretariat Panitia Seleksi mulai tanggal 24 Agustus sampai dengan 18 September 2020 pukul 16.00 WIB, dengan alamat Kementerian Sekretariat Negara, Gedung 1 Lantai 2, Jl. Veteran No. 18, Jakarta Pusat 10110 atau melalui email ke alamat : panselky2020@setneg.go.id,” kata Ketua Pansel Maruarar Siahaan dalam pengumuman yang dikutip ikabari, Rabu (26/8/2020).

Sebelumnya, sebanyak 34 nama dari 54 orang lolos uji publik calon pimpinan KY pada 24 Juli lalu. KY adalah lembaga tinggi negara dengan tugas mengawasi hakim. KY juga bertugas menjaga marwah dan martabat hakim. Pansel kali ini akan mencari pimpinan KY untuk periode 2020-2025. Komisi Yudisial (KY) merupakan suatu lembaga yang memiliki sifat mandiri yang memiliki wewenang dalam mendapatkan calon Hakim Agung, Hakim Ad Hoc di Mahkamah Agung, dan hakim di seluruh badan peradilan sesuai kebutuhan dan standar kelayakan. KY juga memiliki wewenang lain seperti menjaga kehormatan dan perilaku hakim.

Ade Maman Suherman merupakan Alumni Program S2 Universitas of Groningen Belanda. Ade menegaskan niat mendaftar seleksi Hakim KY di era Pandemi Virus Corona 2019 (Covid-19). Niat ikut seleksi tersebut sudah sejak lama, yakni ketika lolos seleksi tahap ketiga Calon Pimpinan KPK pada tanggal 12 Agustus 2015. Setelah Prof Ade menyelesaikan persyaratan untuk seleksi KY telah lengkap, kemudian Prof. Ade mengikuti seleksi administrasi dan seleksi kualitas secara daring.

Ade Maman yang merupakan Mantan Komandan Resimen Mahasiswa Satuan 904/Kalayuda Unsoed ini menambahkan, keikutsertaan seleksi KY, berangkat dari keperdulian akan justice for all dan menjaga kehormatan serta martabat hakim. “Tugas Komisi Yudisial sangat mulia dalam menegakkan baik kode etik maupun profesi hakim dan bukan hal yang baru bagi profesi pendidik khususnya pada perguruan tinggi hukum,” kata Ade yang juga Ketua Umum Pengkab Pelti Banyumas. *** Tim Redaksi

====

DAFTAR NAMA PESERTA SELEKSAI PEMILIHAN CALON ANGGOTA KOMISI YUDISIAL YANG DINYATAKAN LULUS PROFILE ASSEESMENT
(Daftar Nama sesuai Abjad)

1. Ade Maman Suherman (Dekan FH Unsoed Purwokerto)
2. Ahmad Drajad (mantan hakim ad hoc)
3. Amzulian Rifai (ketua Ombudsman 2016-2020)
4. Benediktus Hestu Cipto Handoyo (dosen)
5. Binsar M Gultom (hakim)
6. Binziad Kadafi (advokat)
7. I Made Pria Dharsana (notaris)
8. JM Muslimin (PNS)
9. Joko Sasmito (anggota KY)
10. Junior B Gregorius (advokat/dosen)
11. M Taufiq HZ (hakim)
12. Mukti Fajar Nur Dewata (dosen)
13. Siti Nurdjanah (pensiunan PNS)
14. Sukma Violetta (anggota KY 2015-2020)
15. Syamsuddin Radjab (dosen)
16. Totok Wintarto (tenaga ahli KY)
17. Vera Wheni Setiajawati (dosen)
18. Wisnu Baroto (jaksa)
———————–

Comment

News Feed