by

Sidang Terbuka Senat Dies Natalis Ke-57 Unsoed

ikabari.com – (Unsoed Tetap Konsisten pada Pengembangan Sumberdaya Perdesaan dan Kearifan Lokal)

Sidang Terbuka Senat Dies Natalis Ke-57 Unsoed

Sidang Terbuka Senat dalam rangka Dies Natalis ke-57 Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto dilaksanakan pada hari ini Rabu (23/9) bertempat di Auditorium Graha Widyatama Unsoed. Berbeda dengan pelaksanaan pada tahun-tahun sebelumnya, Sidang Terbuka Senat dimasa pandemi Covid-19 ini dilaksanakan secara luring dan daring, dengan mengedepankan protokol kesehatan.
Sidang Terbuka Senat Dies Natalis ke-57 Unsoed yang mengambil tema : “Berkarya Di Tengah Pandemi, Berkontribusi Menjaga Reputasi”, juga melalui ruang aplikasi Google Meet, dan live streaming Youtube, ungkap Tim Promosi Unsoed Ir.Alief Einstein,M.Hum.

Sidang Terbuka Senat Dies Natalis Ke-57 Unsoed

Rektor Unsoed Prof.Dr.Ir.Suwarto,MS. dalam pidato laporan tahunannya menyampaikan capaian Unsoed selama satu Tahun terakhir. Mengawali laporannya Rektor menyampaikan bahwa di usia yang ke-57, Unsoed tetap konsisten dalam berkontribusi membangun sumber daya manusia yang unggul, melalui penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dengan kekhasan pada pengembangan sumberdaya perdesaan dan kearifan lokal.
Sebagai wujud upaya untuk mencapai visi “Diakui Dunia Sebagai Pusat Pengembangan Sumberdaya Perdesaan dan Kearifan Lokal pada Tahun 2034”, sejak akhir tahun 2018 Unsoed telah terakreditasi A oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Hal ini merupakan bentuk pengakuan sekaligus pertanggungjawaban Unsoed kepada masyarakat”, ungkap Rektor.
Lebih lanjut Rektor menyampaikan, Unsoed di tahun akademik 2020/2021 menjadi pilihan bagi 128.110 calon mahasiswa yang hendak melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Melalui proses seleksi yang ketat dan akuntabel, Unsoed hanya menerima 5.882 mahasiswa, dengan rasio keketatan 1 : 23 untuk program sarjana dan diploma. Pada tahun ini, Unsoed telah memfasilitasi mahasiswa dari masyarakat kurang mampu sebanyak 21,1 % dari total mahasiswa baru, melalui program beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) dan UKT level I dan II. “Tidak hanya itu, keberpihakan Unsoed dalam menegakkan NKRI juga terefleksikan dalam program Afirmasi Pendidikan Tinggi (Adik) dari wilayah Papua, wilayah 3T (Tertinggal, Terluar, dan Terdepan), maupun untuk anak-anak Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang berjumlah 17 mahasiswa”, jelas Rektor.
Seiring dengan Program Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka, Unsoed telah menetapkan Peraturan Rektor No 22/2020 tentang Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) Program Sarjana Universitas Jenderal Soedirman. Unsoed juga telah dan terus melakukan pembenahan kurikulum dengan meningkatkan jumlah mata kuliah S1 yang menggunakan metode pembelajaran case method atau team-based project. Pada tahun akademik 2020/2021, Unsoed mentargetkan 20 % dari jumlah mata kuliah telah menggunakan kedua metode tersebut.
Ketentuan social dan physical distancing selama pandemi Covid-19, memaksa Unsoed melakukan percepatan adaptasi dalam tatanan baru. Hal ini menjadi pemacu Unsoed, dalam menerapkan konsep blended learning dan aplikasi eLDirU. Upaya untuk terus memberikan layanan akademik terbaik ditandai dengan kualitas lulusan yang meningkat meski di tengah pandemi.
Sampai dengan Agustus 2020, enam program studi berubah status akreditasinya menjadi lebih baik, sehingga dari 80 program studi di Unsoed, 40 program studi (50,0 %) telah terakreditasi A dan 35 program studi (43,75 %) terakreditasi B. Khusus untuk program doktor, Alhamdulillah, lima program studi telah terakreditasi B. Pada tahun 2022, Unsoed mentargetkan 2 program studi terakreditasi internasional.
Upaya Unsoed menjadi center of excellent pada pembangunan perdesaan semakin dimantapkan dengan meningkatkan jumlah teknologi tepat guna dan inovasi teknologi yang dihasilkan. Pada sektor pertanian, Unsoed konsisten mengembangkan benih varietas unggul, khususnya pada lahan marjinal. Akhir tahun 2019, peneliti Unsoed menghasilkan galur harapan Padi Gogo Protein Tinggi yaitu UNSOED-PDK-G82-11 dengan nama Inpago UNSOED Protani. Varietas ini menyusul 3 varietas sebelumnya yang telah dilepas oleh Menteri Pertanian sejak 2011 dan ditanam di 30 (tiga puluh) provinsi di Indonesia.
Pandemi Covid-19 juga telah mendorong Unsoed untuk berkontribusi melalui terobosan riset dan inovasi yang memiliki peran strategis dalam memberikan solusi bagi permasalahan tersebut. Pandemi Covid-19 telah menjadi satu momentum bagi seluruh warga Unsoed untuk berkontribusi nyata dalam bidang kemanusiaan.
Terkait dampak pandemi Covid-19 terhadap mahasiswa, komitmen Unsoed dalam peningkatan capaian kualitas pembelajaran dan kesejahteraan mahasiswa, dilakukan dengan memberikan bantuan subsidi pulsa dengan anggaran sebesar Rp 514,9 juta. Unsoed juga memberikan perpanjangan masa studi selama satu semester bagi mahasiswa yang telah habis masa studinya pada semester genap 2019/2020 tanpa dibebankan pembayaran UKT, serta memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengajukan penyesuaian UKT apabila terjadi perubahan kondisi ekonomi keluarga akibat pandemi Covid-19.
Rektor menyampaikan pada kurun waktu 2019 – 2020, Unsoed memiliki 30 desa binaan yang secara sistematis dilakukan pendampingan pada proses perencanaan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi. Peningkatan jumlah desa binaan menjadi prioritas Unsoed untuk menjadi lembaga pengawal pembangunan perdesaan yang berkelanjutan. Pada tahun 2022, Unsoed mentargetkan memiliki 2 desa smart village yang secara sempurna dapat meningkatkan pelayanan ekonomi pedesaan.
Unsoed terus menjalin kerjasama saling menguntungkan dengan instansi lain baik di dalam maupun di luar negeri. Hingga semester I Tahun 2020, terdapat 161 kerja sama aktif dengan berbagai instansi nasional. Unsoed juga berhasil membangun jejaring kerjasama aktif dengan lebih dari 45 perguruan tinggi di luar negeri dari berbagai negara. Dua belas kerja sama terbaru telah terjalin pada tahun 2020, di antaranya dengan National Cheng Kung University Taiwan, Praboromarajchanok Institute Ministry of Health Thailand, dan Nihon University Japan.
“Membangun visi Unsoed sebagai Pusat Pengembangan Sumberdaya Perdesaan dan Kearifan Lokal yang diakui dunia pada tahun 2034 melalui 4 strategi; (1) penguatan proses pembelajaran melalui layanan akademik berkualitas sejalan dengan revolusi industri 4.0 dan merdeka belajar, (2) memperkuat riset, inovasi dan kolaborasi, (3) memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui penguatan center of excellence pembangunan perdesaan berkelanjutan, dan (4) memperkuat kapasitas manajemen institusi”, pungkas Rektor

Comment

News Feed