by

Siap Berbisnis? Ini 10 Tren Bisnis Tahun 2021

JAKARTA — Pandemi virus corona (Covid-19) masih berlangsung di seluruh dunia hingga awal Januari 2021 ini. Sehingga, turut berdampak pada perekonomian negara. Bahkan, sejumlah negara mengalami resesi. Resesi terjadi saat kegiatan ekonomi turun secara signifikan selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.

Mengutip Forbes, 15 Juli 2020, resesi dianggap sebagai bagian yang tak terhindarkan dari siklus perekonomian suatu negara. Per Agustus 2020, jumlah negara yang mengalami resesi mencapai 42 Negara. Covid-19 sudah mengubah banyak cara orang menjalani kehidupan, termasuk dalam bisnis. Mengutip situs www.jejakonline.com, dunia bisnis harus menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi akibat Covid-19.

Bernard Marr, penulis buku laris, konsultan bisnis dan teknologi strategis, yang juga seorang futuris, membuat peta tren dunia bisnis dan teknologi yang bakal terjadi pada tahun 2021. “Saya yakin semua bisnis di dunia harus siap menghadapi tren ini,” kata Marr, dikutip dari Forbes. Berikut dari 10 Tren tersebut:

1. Work From Home
Covid-19 membuat banyak perusahaan menyesuaikan diri dengan sistem kerja dari rumah (WFH). Setelah sekian lama sistem kerja ini diujicoba oleh banyak perusahaan, mereka sekarang memikirkan untuk menerapkannya seterusnya.

Sejumlah perusahaan justru mengalami peningkatan produktivitas saat menerapkan WFH. Tapi ada juga sebagian perusahaan yang menganggap bekerja dari rumah masih belum ideal. Maka itu, tahun 2021, dunia bisnis bakal menata ulang. Misalnya, membuat ruang kerja yang mendukung karyawan WFH. Melengkapi mereka dengan peralatan kantor yang tepat, dukungan kesehatan mental, dan lain-lain, agar semua orang dapat bekerja dari rumah dengan nyaman.

2. Data sebagai Aset
Selama beberapa tahun terakhir, volume data berkembang pesat. Bisnis yang memanfaatkan data untuk memahami pelanggan dan meningkatkan pengambilan keputusan, menjadi bisnis yang unggul. Teknologi Cloud memungkinkan karyawan mengakses data dari mana saja. Karena itu, perusahaan perlu melindungi data seperti halnya aset lainnya.

Hal penting lainnya, yang harus dilakukan di 2021 adalah meningkatkan literasi data. Ini diperlukan untuk mendapatkan wawasan yang lebih luas saat pengambilan keputusan. Mengelola data membutuhkan investasi, agar dapat diproses, dianalisis, dan dikelola secara efisien dan efektif.

3. Inovasi Model Bisnis
Pada tahun 2021, semua pemimpin bisnis perlu mereflesikan ulang apa yang bisa mereka tawarkan kepada pelanggan. Ada banyak industri yang harus berubah pada tahun 2020, seperti industri perhotelan dan event. Bisnis yang mampu bertahan dan berkembang selama pandemi adalah bisnis yang mampu bereaksi cepat terhadap perubahan.

Misalnya, restoran yang memutar otak dengan sistem pelayanan delivery order atau beralih ke frozen food, atau perusahaan Formula 1 yang memproduksi ventilator. Bisnis harus selalu bisa melihat bagaimana pasar bergeser untuk bertransformasi. Tapi, akan lebih penting lagi di tahun 2021 untuk berinovasi pada model bisnis.

4. Otomatisasi
Tren bisnis teratas lainnya adalah otomatisasi. Sudah cukup banyak pergeseran ke arah ini, mulai dari pergudangan, rantai pasokan, kendaraan otonom, truk dan kapal yang secara otomatis mengambil alih layanan pelanggan. Pada tahun 2021, otomatisasi akan menjadi tren pada berbagai bidang yang bisa dikerjakan oleh komputer.

5. Keuangan Terdesentralisasi
Akibat krisis ekonomi dampak dari COVID-19, pasar modal terus bergejolak. Ini juga menjadi tantangan bagi bisnis yang ingin mendapatkan modal untuk pengembangan atau memulai bisnis baru. Di antara solusi meningkatkan modal yang menjadi tren di 2021 adalah crowdfunding, teknologi blockchain, serta opsi keuangan terdesentralisasi lainnya. Ini memungkinkan bisnis memperoleh modal lebih mudah ketimbang lewat cara konvensional.

6. Virtual Interface
Perusahaan saat ini berlomba-lomba menemukan cara baru dalam memberikan layanan kepada pelanggan. Mereka misalnya, mulai mempertimbangkan bagaimana memberikan layanan dalam bentuk digital menggunakan teknologi seperti augmented reality, virtual reality, dan mixed reality. Ketika orang-orang banyak berdiam diri di rumah, mereka bisa menggunakan Virtual Interface untuk mencoba kacamata atau pakaian secara virtual, sebelum memutuskan membeli.

7. Beralih dari Global ke Lokal
Covid-19 mengganggu rantai pasokan internasional. Karena itu, ada banyak alasan untuk mulai berpikir beralih ke produk lokal. Perusahaan mulai memikirkan, di mana mereka mencari dan menjual barang-barang mereka karena kekacauan global dapat mengganggu bisnis mereka.

8. Bermanfaat dan Berarti
Generasi muda yang memasuki dunia kerja sekarang, cenderung ingin memiliki pekerjaan di perusahaan yang memiliki makna. Perusahaan yang tidak memiliki tujuan jelas atau bermakna akan berjuang keras untuk mencari bakat dan pelanggan.

9. Keberlanjutan
Keberlanjutan telah lama menjadi perhatian banyak bisnis atau perusahaan. Meski pandemi sangat merugikan, namun banyak perusahaan menyadari bahwa krisis lingkungan bisa jauh lebih merusak. Sebab itu, setiap perusahaan perlu memikirkan kembali soal dampak terhadap lingkungan dan produk mereka serta cara penggunaannya.

10. Keterlibatan Sosial
Selama pandemi, banyak brand mendorong keterlibatan dengan pelanggan mereka di media sosial. Pada tahun 2021, kehadiran sebuah brand di media sosial akan jauh lebih otentik. Brand juga akan lebih banyak melibatkan influencer di industri mereka.

Comment

News Feed